Kembali
Program plk sejatinya bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran tambahan di luar perkuliahan reguler. Namun, ketika biaya yang dibebankan kepada mahasiswa mencapai Rp1.500.000, muncul banyak pertanyaan dan keresahan yang wajar. Di satu sisi, pihak penyelenggara tentu memiliki pertimbangan anggaran, operasional, serta tujuan pengembangan kompetensi mahasiswa. Namun di sisi lain, mahasiswa sebagai peserta utama juga memiliki hak untuk memahami transparansi anggaran, urgensi program, serta manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara nyata. Stant ini bukan untuk memicu konflik, tapi untuk mendorong adanya ruang dialog yang sehat. Mahasiswa bukan menolak belajar, mereka hanya ingin memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang didapat. Dan pihak kampus tentu juga ingin yang terbaik untuk lulusannya. Oleh karena itu, sudah saatnya semua pihak duduk bersama: - Membuka transparansi anggaran. - Membangun komunikasi 2 arah bukan 1 arah
Ajukan

Masalahnya diajak duduk bareng menghindar mulu leee, entah apa yang di tutupi sampai konsisten menolak transparansi dari awal sampai menjelang hari H, disuruh ga curiga tapi mencurigakan, ga salah dong pada speak up lee