Kembali
ga pernah merasakan kedamaian dilingkup prodi sendiri wkwkwk, terlalu banyak provokator.
Ajukan

Sepakat kawan,masih ada perang antar ormek kak yang mengatas namakan mahasiswa tapi punya dasar kepentingan dan kekuasaan.Yang katanya organisasi sebagai tempat berproses tetapi dijadikan alat untuk kekuasaan🀣

ini yang saya bahas diluar konteks plk, demo mengenai faas dan lain sebagainya. Saya juga mendukung penuh apabila ada mahasiswa kritis yang mendemo ketidaksesuaian yang mereka rasakan. Tetapi saya tekankan disini ya, mahasiswa yang saya sebut sebagai provokator itu, mahasiswa yang sengaja mengadu domba antara kubu 1 dengan kubu yang lain. Saya merasakan sendiri adanya kubu” ini membuat saya tidak nyaman di dunia perkuliahan. Jadi coba bersaing secara sehat, apa yang kalian lakukan itu hanya akan memecah belah persatuan kita sebagai mahasiswa seprodi IPS😁

kritis sama provokator itu beda kak wkwkwk, emang ga bisa ya liat banyak provokator yang cuma bikin huru hara bikin sensasi buat perpecahan antar mahasiswa? wkwkkw. aku yo ga rek mosok gaero mana yg kritis mana yang cuma nyari sensasi🀣

Kak? Mungkin kamu yang apatis? mahasiswa kritis itu wajar