Kembali
Dulu, guruku pernah bilang sesuatu yang selalu aku ingat tentang pernikahan. Beliau bilang begini, "Istri itu seperti tumbuhan." Ketika kamu memilihnya, kamu mencabutnya dari tanah tempat ia tumbuh, dari keluarga, dari lingkungan yang membuatnya merasa aman. Lalu kamu membawanya ke rumahmu, dan menanamnya di tempat yang baru. Tugasmu nanti nggak sekadar memilikinya, tapi merawatnya sepenuh hati." Kamu harus menyiapkan pot yang baik lingkungan yang menenangkan. Kamu harus menyiapkan tanah dan pupuk perhatian, kasih sayang, dan rasa aman. Kamu harus rajin menyirami dengan doa, komunikasi, dan ketulusan. Kamu harus membersihkan hamanya dari konflik, ego, dan kata-kata yang melukai. Karena jika sah kamu "memindahkannya" lalu kamu biarkan begitu saja, ia akan layu. Mati perlahan dan ketika itu terjadi, kamu tidak bisa menyalahkan siapa pun. Tanggung jawab seorang suami bukan hanya memberi nafkah, tapi memastikan istri bisa tumbuh, berbunga, dan berbuah dalam ketenangan.
Ajukan